Percepat Swasembada Pangan, Lombok Timur Perkuat Pengawalan LTT dan PM-AAS
Lombok Timur, 12 Agustus 2026 — Upaya mempercepat pencapaian swasembada pangan terus diperkuat di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Hortikultura (BRMP Hortikultura), selaku Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Kabupaten Lombok Timur, melakukan monitoring untuk memastikan percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan pelaksanaan Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS) berjalan sesuai target.
Monitoring diawali dengan diskusi di BPP Kecamatan Sikur bersama Kepala Bidang Tanaman Pangan, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Koordinator Data Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Lombok Timur, serta para penyuluh. Tim Lombok Timur juga mendapat apresiasi atas pelaporan kegiatan yang dinilai rutin dan baik sebagai bagian penting dalam memantau perkembangan program.
Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa Kecamatan Sikur memiliki target PM-AAS seluas 46 hektare dari total target Kabupaten Lombok Timur sebesar 5.070 hektare. Para penyuluh juga menyampaikan sejumlah kendala di lapangan, antara lain kebutuhan alat drum seeder karena alat yang digunakan saat ini belum menghasilkan sebaran benih secara merata.
Selain sarana pertanian, pergiliran pengairan juga menjadi perhatian. Ketersediaan air yang belum optimal menyebabkan benih yang telah disebar belum tumbuh secara maksimal. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu segera ditangani untuk mendukung keberhasilan pertanaman.
Usai diskusi, monitoring dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Kecamatan Terara, Montong Gading, dan Sikur untuk melihat secara langsung perkembangan pertanaman serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pencapaian LTT dan PM-AAS.
Dalam arahannya, Kepala Pusat menegaskan pentingnya pengawalan LTT secara konsisten.
“Pelaksanaan LTT reguler perlu terus dikawal sehingga target yang ditetapkan setiap bulan dapat tercapai. Kita juga perlu mendukung program PM-AAS dengan memastikan berbagai faktor pendukungnya berjalan dengan baik sehingga produksi dapat meningkat,” ujar Kepala Pusat.
Sebagai tindak lanjut, Rapat Koordinasi Swasembada Pangan Kabupaten Lombok Timur direncanakan pada September 2026. Rakor akan membahas perkembangan Survey Investigation Design (SID) dan LTT dengan melibatkan BWS, Tim SID Universitas Mataram, PUPR, dan Dinas Pertanian.
Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mencari solusi atas berbagai kendala di lapangan, khususnya terkait pengairan, data, sarana pendukung, dan percepatan tanam. Dengan pengawalan yang konsisten dan koordinasi yang semakin kuat, pelaksanaan LTT dan PM-AAS diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan swasembada pangan.
Dari lapangan, mengawal target menjadi aksi nyata untuk pangan yang lebih kuat.